Spread the love
Mahasiswa KKN Unuha bersama masyarakat Desa Kelirejo

Pontrennurulhudaokut.or.id- Hal berbeda dilakukan oleh mahasiswa kelompok KKN T-07 Universitas Nurul Huda (Unuha) Desa Kelirejo, Kecamatan Belitang II, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT). Mereka mempunyai pemikiran untuk bisa mengenal lebih dekat kebudayaan-kebudayaan masyarakat Desa Kelirejo, dimana disana ditemukan masyarakat-masyarakat yang mempunyai kepercayaan yang berbeda dari dirinya, seperti adanya umat yang beragama Hindu yang mempunyai tradisi unik sebagai ciri khas mereka.

Menurut Ella Widya Rizki, selaku anggota dari kelompok KKN T-07 Unuha, Umat Hindu sebagai umat beragama tentu mempunyai tradisi-tradisi keagamaan yang sudah mengakar dan dilakukan secara berulang-ulang pada bahkan sejak nenek moyang mereka pertama kali melakukannya yang jatuh pada waktu-waktu tertentu

“Tradisi rutinan itu bagi umat beragama sering disebut dengan ibadah menurut kepercayaan masing-masing agama. Contoh dalam Islam yaitu tradisi untuk melaksanakan Shalat Lima Waktu, Puasa Ramadhan, Pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha, dan lain sebagainya. Nah dalam tradisi Hindu ini ada istilah Pelaksanaan Upacara Piodalan, upacara dilakukan di rumah ibadah umat Hindu yaitu Pura. Sama halnya seperti Pelaksanaan Upacara Piodalan yang dilaksanakan di Pura Peluang Kelirejo, Sabtu (23/07/2022). Seperti apa yang kami temukan, jelasnya pada pihak redaksi

Selanjutnya ia juga menambahkan bahwa Upacara Piodalan itu merupakan salah satu upacara keagamaan masyarakat Hindu, sebagai bentuk pemujaan mereka terhadap dewa-dewa yang ia yakini akan keberadaannya.

“Ini bentuk rangkaian upacara dari dewa Yadnya yang di tujukan kepada Sang Hyang Widhi pada sebuah Pura Peluang,” Terang Beli Asmara ( Usia 23 tahun), sebagai masyarakat Desa Kelirejo, Kecamatan Belitang II, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT).

Menurutnya Upacara Piodalan itu biasanya dilaksanakan berdasarkan perhitungan sasih menurut kepercayaan mereka sebagai umat Hindu. Yang merujuk kepada Kalender Saka yang jatuh setiap satu tahun sekali.

“Untuk mengetahui kapan pelaksanaan Upacara Piodalan, maka kita merujuk pada kalender atau penanggalan Bali, yaitu jatuh setiap enam bulan ( 210 hari), ujar Pak Wayan Sutarto, selaku Sekretaris Desa Kelirejo.

Sementara itu harapan dari pelaksanaan atau tujuannya adalah agar terwujudnya kehidupan yang harmonis dan juga sejahtera lahir maupun batin bagi seluruh masyarakat, utamanya umat Hindu.

Ella sendiri bersama teman-temannya satu kelompok mengaku bahwa mereka sangat senang sekaligus bangga dengan telah diberikan kesempatan untuk mengenal tradisi ibadah sesama saudara, sebagai sama-sama mahluk ciptaan yang maha kuasa.

“Negara Indonesia memang negara dengan berbagai macam agama, suku, ras, tradisi dan masih banyak lagi perbedaan-perbedaan yang ada di dalam negara kita tercinta ini. Dan Seperti tema KKN kali ini, yang kurang lebih bicara tentang pengupayaan pembangunan berkelanjutan, tentu kita sangat yakin, bahwa untuk terwujudnya program pembangunan berkelanjutan tersebut, yaitu dapat kita mulai dari saling mengenal satu sama lain. Lanjut mahasiswa semester tujuh Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Program Studi Pendidikan Ekonomi Unuha dan mempunyai cita-cita ingin jadi guru tersebut.

Untuk itu ia percaya dengan saling mengenal dan saling berterimanya seluruh masyarakat Indonesia dengan perbedaannya masing-masing, maka mereka akan semakin membukakan jalan bagi mereka semua untuk menyongsong masa depan lebih baik serta mampu memberikan kekuatan lebih untuk mereka dalam mempecahkan masalah-masalah yang mungkin dihadapi.

Dari itu insyaallah mereka yakin apa yang dicita-citakan bangsa ini akan terwujud. Sebab terbuka bukan berarti mengorbankan hal yang prinsip. Namun selagi itu untuk kepentingan semua umat manusia khususnya masyarakat Indonesia, dengan tanpa menimbulkan kerugian bagi pihak tertentu, maka kenapa tidak untuk semua elemen agar lebih terbuka.

Apalagi ia juga menambahkan bahwa mereka sendiri berasal dari perguruan tinggi yang berada dibawah naungan Yayasan Pondok Pesantren terbesar di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Yaitu Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja. Sementara pesantren sendiri adalah sebuah lembaga pendidikan yang berciri khas Islami. Untuk itu menurutnya apa yang mereka lakukan merupakan sesuatu yang sangat tepat guna menjalin tali silaturahim antar umat beragama sebagai saudara se-tanah air. Juga sebagai tanda bukti bahwa Islam itu Rahmatan lil ‘Alamin. Pun juga agama lain, yang semuanya itu mempunyai tujuan yang baik. (Yandi)

Tinggalkan Balasan